x

Vivo Vision Resmi Dipamerkan, Saingi Apple Vision Pro dengan Desain Ringan dan Futuristik

waktu baca 3 menit
Rabu, 13 Agu 2025 08:46 225 Suprawy

EVOREO.COM – Vivo kembali membuat kejutan di industri teknologi global. Perusahaan asal China ini resmi memperkenalkan headset Mixed Reality (MR) terbarunya, Vivo Vision. Perkenalan perdana perangkat ini berlangsung pada ajang bergengsi Boao Forum for Asia 2025 di Hainan, China.

Meskipun Vivo belum merilisnya secara resmi ke pasar, beberapa pihak beruntung sudah sempat mengujinya. Mereka memberikan respons yang sangat positif. Mayoritas penguji memuji desainnya yang ringan dan nyaman. Manajer Produk Vivo, Han Boxiao, menegaskan bahwa kenyamanan pengguna menjadi fokus utama dalam pengembangan Vivo Vision.

Desain Revolusioner yang Super Ringan

Salah satu nilai jual utama Vivo Vision adalah bobotnya. Vivo merancang perangkat ini agar jauh lebih ringan daripada kompetitor utamanya, Apple Vision Pro. Sebagai perbandingan, Apple Vision Pro memiliki berat berkisar antara 600 hingga 650 gram.

Vivo menargetkan bobot headset ini mendekati berat headphone Apple AirPods Max, yakni sekitar 386 gram. Langkah ini bertujuan mengurangi beban pada kepala pengguna. Jadi, Anda bisa menggunakannya dalam waktu lama tanpa merasa lelah atau pegal.

Untuk menjaga headset tetap ringan, Vivo menerapkan strategi cerdas. Mereka menggunakan desain baterai eksternal. Baterai ini terhubung ke perangkat utama melalui kabel magnetik. Selain itu, Vivo menyematkan teknologi pelacakan gestur tangan yang canggih. Kamera di bagian depan akan membaca gerakan tangan Anda. Artinya, pengguna tidak lagi memerlukan controller fisik yang ribet.

Tampilan Futuristik dan Ergonomis

Secara visual, Vivo Vision mengusung desain yang sangat futuristik. Bentuknya mirip dengan kacamata ski modern. Bagian depan menggunakan visor kaca hitam yang mengkilap. Sementara itu, headband bermodel solo loop melingkar nyaman di kepala pengguna.

Letak kamera dan sensor berada di bagian depan dan bawah perangkat. Sekilas, tata letak ini memang mengingatkan kita pada Apple Vision Pro. Namun, Vivo mengklaim telah melakukan optimalisasi khusus. Mereka menyempurnakan desain tersebut demi mencapai kenyamanan dan ergonomi yang lebih baik bagi pengguna Asia maupun global.

Target Peluncuran dan Harga Kompetitif

Vivo masih merahasiakan spesifikasi teknis secara rinci. Kita belum mengetahui resolusi layar, sistem operasi, maupun chipset yang mereka gunakan. Namun, Vivo menargetkan peluncuran resmi produk ini pada akhir tahun 2025.

Kabar baiknya, Vivo memprediksi harga jualnya akan lebih bersahabat. Harga Vivo Vision kemungkinan besar akan lebih rendah dari Apple Vision Pro yang mencapai USD 3.499 (sekitar Rp 57 juta). Strategi harga ini berpotensi menjadikan Vivo Vision pilihan menarik di pasar MR yang semakin kompetitif.

Masa Depan Robotika

Visi Vivo ternyata tidak berhenti pada perangkat wearable saja. Mereka juga mendirikan Vivo Robotics Lab. Laboratorium ini bertujuan mengintegrasikan teknologi MR dengan dunia robotika.

Vivo berharap teknologi ini dapat menjadi ‘otak’ dan ‘mata’ bagi robot di masa depan. Langkah strategis ini menunjukkan ambisi besar perusahaan. Kehadiran Vivo Vision bukan hanya untuk hiburan atau produktivitas semata. Perangkat ini membuka peluang pemanfaatan Mixed Reality di berbagai bidang teknologi canggih lainnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
Translate »