
EVOREO.COM – Musim konser telah tiba, dan vivo merespons tren ini dengan meluncurkan jagoan terbarunya. Review vivo V60 ini akan mengulas tuntas smartphone kelas menengah yang kini hadir dengan peningkatan signifikan, terutama pada sektor kamera yang kembali menggandeng ZEISS. Berbeda dari pendahulunya, vivo kini membekali V60 dengan lensa periskop kelas flagship.
Tidak hanya kamera, vivo juga meningkatkan sektor performa dengan chipset Snapdragon 7 Gen 4 terbaru dan baterai yang lebih jumbo. Apakah ini menjadikannya smartphone menengah terbaik di kelasnya? Mari kita bedah.
Secara tampilan, vivo V60 masih membawa DNA V series yang memiliki reputasi premium. Bodinya memiliki ketebalan sekitar 7.8mm dengan bobot 200 gram, terasa solid berkat penggunaan material kaca di depan dan belakang. Perubahan paling kentara muncul pada modul kamera belakangnya yang kini memiliki desain lebih segar.
Bodi dan layar quad-curved (melengkung di empat sisi) mendukung kenyamanan genggam. Yang menarik, vivo V60 kini memiliki sertifikasi IP69, membuatnya sangat tahan terhadap air dan debu, sebuah fitur yang jarang ada di kelasnya.
Di bagian depan, layarnya membentang seluas 6.77 inci. Panel AMOLED 120Hz ini mampu menyajikan warna yang kaya dan visual yang mulus. Dengan resolusi Full HD+ dan klaim kecerahan puncak 5000 nits, spesifikasi ini sangat membantu penggunaan di luar ruangan. vivo menanamkan sensor sidik jari di dalam layar, meski posisinya terasa agak terlalu ke bawah.

Inilah nilai jual utama dari vivo V60. vivo mengganti sensor ultrawide resolusi tinggi di seri sebelumnya dengan sensor telefoto periskop 50MP Sony IMX882. Ini adalah sensor yang sama yang vivo pasang pada flagship vivo X200, memungkinkan optical zoom 3x dan lossless zoom 10x yang berkualitas.
Konfigurasi kamera vivo V60 selengkapnya:
Hasilnya, vivo V60 sangat mumpuni untuk mengambil foto dari jarak jauh, seperti saat menonton konser. Kemampuan foto portrait-nya juga semakin dramatis dengan focal length yang lebih jauh. Aura Light khas vivo tetap hadir untuk membantu pencahayaan.
Meskipun sensor ultrawide mengalami penurunan menjadi 8MP, ini adalah kompromi yang bisa kita terima demi hadirnya lensa periskop yang jauh lebih fungsional. Untuk perekaman video, kamera utama, telefoto, dan selfie sudah mendukung hingga 4K 30fps.
Bukan hanya kamera, review vivo V60 ini juga menyoroti peningkatannya di sisi dapur pacu. Ponsel ini menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4 (4 nm). Chipset ini menawarkan keseimbangan efisiensi daya dan performa kencang untuk kebutuhan harian dan gaming.
Dari sisi perangkat lunak, V60 berjalan pada Funtouch OS 15 berbasis Android 15. vivo menjanjikan jaminan pembaruan yang panjang, yaitu 4 kali update versi Android. vivo juga mengintegrasikan fitur AI berbasis Gemini, seperti Circle to Search dan AI Live Call Translation.
Peningkatan besar lainnya ada di sektor daya. vivo V60 kini menggendong baterai jumbo 6500 mAh berkat teknologi silikon karbon terbaru. Kapasitas ini naik 500 mAh dari seri sebelumnya tanpa membuat bodi ponsel membengkak.
Untuk pengisian daya, teknologi 90W FlashCharge hadir di paket penjualan. vivo mengklaim pengisian dari 0 hingga 100% hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Fitur baru yang sangat berguna adalah bypass charging, yang memungkinkan daya listrik langsung menghidupi hardware saat bermain game, menjaga suhu tetap dingin dan memperpanjang umur baterai.

Tidak ada komentar